Konsep Manifesting
Pertanyaan
Jawaban Ustadz
Mereka membuat teori itu karena ga punya entitas nyata dalam hati dan keyakinan mereka yang berperan melindungi dan menjamin kehidupan mereka. Jadilah pikiran itu yang dijadikan bahan sasaran untuk bersandar.
Secara sekilas itu ada kesamaan dengan konsep Islam tapi jika kita bedah lebih dalam jelas sangat berbeda dari akar.
Kaum muslimin tidak menjadikan pikiran dan sugesti menjadi game changer. Makanya diluruskan dengan: Aku (ALLAH/Entitas nyata dalam keyakinan kaum beriman) bergantung pada prasangka hamba-Ku. Maknanya jelas, yang punya kuasa adalah Allah bukan prasangka.
Lalu jangan ngomong sembarangan nanti jadi doa. Nah ungkapan itu adalah intisari hadits jangan berdoa keburukan atas dirimu, anakmu dan harta jika bertepatan dengan aminnya para malaikat dan dikabulkan Allah, maka omongan itu jadi kenyataan. Jelas sekali, hadits itu menjadikan Allah sebagai Entitas Yang mewujudkan omongan dari manusia bukan omongan itu sendiri.
Begitu jg konsep penyakit menular. Bukan penyakit itu yang berpindah dengan sendirinya tetapi... Allah Yang Membuat aturan dan kemampuan penyakit itu menyebar luas dengan berbagai macam alasannya.
Mereka membutuhkan materi untuk menyambungkan missing link dari hasil riset mereka. Maka muncullah kekuatan pikiran, sugesti, dan lain sebagainya. Tapi nyatanya mereka pun masih kosong dari ujung dari hasil teori mereka.
Alhasil, teori mereka akan sangat dibantah dengan teori yang lain atau tidak relate dengan masa yang akan datang.
Beda dengan pakem kaum muslimin dari Al-Qur'an dan Hadits. Missing link kalian ada pada satu peran paling penting yaitu TUHAN SEMESTA ALAM. Dan mereka hanya bisa menemukan itu bila mereka bersyahadat.
Coba perhatikan para muallaf, mereka kaya menemukan sesuatu yang mereka cari seumur hidup mereka. Selalu seperti itu.
Wallaahu A'lam
Tanya Jawab Lainnya