Kenaifan Kaum Murji'ah
Kaum naif ini lupa makna disiplin, komitmen, hukum kausalitas, sunnatullaah yang menjadi sistem, lupa makna menempa. Delusi tenang seperti pasir hisap yang menenggelamkan dengan perlahan tapi pasti.
Kaum Murji'ah hidup dalam kenaifan
Seolah ampunan Allah pasti didapat hanya dengan modal yakin, seolah kualitas iman meningkat tanpa diiringi amal bermanfaat, seolah masalah akan hilang hanya dengan berpasrah dan yakin Allah tolong.
Padahal
- Keyakinan harus diiringi amal
- Setiap masalah punya ilmunya tersendiri yang harus dipelajari
- Masalah dipecahkan melalui doa dan menyusuri asbab
Kaum naif ini lupa makna disiplin, komitmen, hukum kausalitas, sunnatullaah yang menjadi sistem, lupa makna menempa.
Delusi tenang seperti pasir hisap yang menenggelamkan dengan perlahan tapi pasti.
Kaum Murji'ah lupa dengan hadits mukmin yang kuat lebih Allah cintai, lupa betapa Rasulullah khawatir akan nasib Muslimin selepas Perang Badar, lupa kalau Rasulullah me-mapping Sahabat Beliau sesuai kapasitas dan kemampuannya.
Keyakinan harus diwujudkan dengan amal, Prototipe ga akan berguna sampai diuji coba menjadi produk jadi dan dijual/dimanfaatkan, blueprint hanya tetap menjadi gambar sampai dilaksanakan di lapangan.
Lawan ekstrem dari kenaifan ini adalah: Arogansi Para Penganut Mu'tazilah
Artikel Terkait
Aqidah dan Ibadah Murni karena Allah
23 Juni 2026
Safar Sendirian
23 Juni 2026
Mitos Sesat di Waktu Spesial
23 Juni 2026